Dana BOS SD Di Pesawaran Banyak Penyimpangan

Pesawaran|KBNINews|Penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang digulirkan setiap tahun, selalu saja banyak disimpangkan.

Pun yang terjadi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Berdasarkan temuan BPK RI Perwakilan Lampung, penggunaan dana BOS untuk tahun anggaran 2022 pada Sekolah Dasar (SD) di kabupaten pimpinan Dendi Ramadhona Kaligis tersebut, banyak sekali penyimpangannya.

Di antaranya terjadi pada SDN 17 Negeri Katon. Tidak tanggung-tanggung. Dana BOS yang disimpangkan penggunaannya mencapai Rp 20.545.454.

Sedangkan pada SDN 13 Way Ratai, realisasi dana BOS yang melanggar ketentuan sebesar Rp 33.848.324.

Mengenai adanya temuan BPK itu, Kepala SDN 17 Negeri Katon, Fatmawati, membenarkan.

“Iya, memang benar hasil audit BPK yang menyatakan adanya penggunaan dana BOS tidak sesuai ketentuan di sekolah kami. Tapi, saat ini sudah kami kembalikan ke kas daerah,” kata Fatmawati, ketika dikonfirmasi Selasa (5/9/2023) lalu.

Namun, ia tidak menunjukkan bukti surat tanda setor (STS) menyangkut adanya penyimpangan dana BOS pada sekolahnya.

 hasil Audit BPK Provinsi Lampung tersebut, 

Sementara Kepala SDN 13 Way Ratai, Nuris Andriyan, saat ingin dikonfirmasi atas temuan BPK, Selasa (5/8/2023) siang, tidak ada di tempat kerjanya.

Salah satu pengajar di sekolah ini menjelaskan, pimpinannya sedang ada kegiatan di luar kantor.

Sampai berita ini ditayangkan, belum diperoleh penjelasan dari kepala Dinas Pendidikan Pesawaran, begitu juga dari Inspektorat maupun Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran.

Beberapa sumber media ini menyatakan, soal penyimpangan dana BOS pada Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Pesawaran seakan telah mentradisi dari tahun ke tahun. Karena tidak pernah ada sanksi tegas pada pihak yang menyimpangkannya.

“Kalau dana yang ditemukan BPK sebagai penyimpangan sudah dikembalikan, selesai urusan. Masalahnya BPK itu kan hanya uji petik kepada beberapa SD saja. Padahal, praktik penyimpangan sebenarnya ya di semua SD se-Pesawaran,” jelas sumber itu.

dan dinas terkait belum  dimintai keterangan terkait dugaan korupsi dua kepala Sekolah Dasar SDN 17 Negeri Katon Kabupaten Pesawaran dan SDN 13 Way Ratai Kabupaten Pesawaran.(Sugi)