Diduga Perkosa Mahasiswi, Dosen PTS Dilaporkan ke Polda

Provinsi Lampung|KBNINews|Dunia pendidikan tinggi di Lampung tercoreng akibat ulah HS.  Oknum dosen di salah satu PTS ternama di Bandar Lampung itu, diduga telah memperkosa mahasiswinya sendiri.

Guna mengurai perbuatan bejad HS, kuasa hukum mahasiswi yang menjadi korban kekerasan seksual tersebut, telah melaporkan hal ini ke Polda Lampung, 4 Agustus 2023 lalu.

Suhendri, kuasa hukum mahasiswi berinisial P yang menjadi korban pelecehan seksual dosennya, menjelaskan, pihaknya telah menempuh jalur hukum mengenai persoalan ini. Dengan harapan, perbuatan biadab oknum dosen yang telah merusak masa depan mahasiswinya dapat dipertanggungjawabkan sesuai jalur hukum.

Dikatakan, kasus pemerkosaan yang diduga dilakukan HS telah dilaporkan ke Polda Lampung dengan LP/B/328/VIII/2023/SPKT/POLDA LAMPUNG, pada 4 Agustus silam.

Kasus pelecehan seksual oleh oknum dosen di PTS Keguruan terhadap mahasiswinya ini, menurut Suhendri, Kamis (24/8/2023), diawali ketika P usai mengikuti kegiatan UKM di kampusnya, bulan Maret lalu.

Saat itu, HS melakukan pelecehan kepada P. Akibat peristiwa tersebut, mahasiswi berusia 20 tahun ini menjadi trauma. Menyebabkan ia tidak berani datang lagi ke kampus hingga sekitar satu pekan.

“P trauma berat atas apa yang dialaminya. Dia benar-benar tidak menduga bila dosennya melakukan perbuatan sebejad itu,” tutur Suhendri.

Tidak pernah munculnya P ke kampus setelah peristiwa pelecehan, ternyata membuat oknum dosen HS semakin penasaran.

Dengan berbagai cara, demikian diuraikan Suhendri, sang dosen berupaya untuk bisa kembali bertemu dengan P. 

“Dengan alasan ada tugas kampus menyangkut akreditasi, akhirnya HS bisa ketemu P. Tidak diduga ternyata soal akreditasi itu hanya alasan saja. P dijebak. Kedatangan P justru dimanfaatkan oleh HS untuk kembali melakukan pelecehan seksual. Bahkan sampai kepada tindak pidana pemerkosaan,” kata Suhendri, yang tidak mau menjelaskan dimana dan kapan waktu terjadinya pemerkosaan dengan alasan informasi tersebut telah disampaikan kepada aparat Polda Lampung dan bagi kepentingan penyelidikan.

Dilanjutkan, setelah mengalami pemerkosaan, P yang saat itu masih berdomilisi di Bandar Lampung, semakin trauma. Jiwanya terguncang. Hingga cukup lama ia tidak pernah datang ke kampus.

“Hanya karena ia memiliki rasa tanggungjawab yang tinggi dan semangat belajar yang kuat, demi menyelesaikan kuliahnya, P datang lagi ke kampus setelah cukup lama tidak memiliki keberanian menginjakkan kakinya di tempat ia kuliah,” urai Suhendri.

Namun, lagi-lagi HS memanfaatkan kemunculan mahasiswinya itu untuk melampiaskan syahwatnya. Saat P diminta dosen lain mengantarkan absensi selepas pemberian mata kuliah di ruang dosen, HS langsung memeluk dan memaksa mencium P.

“Kebetulan saat itu di ruangan dosen hanya ada HS. Suasana tersebut dimanfaatkan dia untuk kembali melakukan pelecehan kepada P,” sambung Suhendri.

Menurutnya, sambil memaksa untuk memeluk dan mencium, HS sempat menanyakan kepada P mengapa tidak pernah membalas pesan yang dikirimkannya.

“HS juga bilang, kalau kamu mau lancar kuliah disini, harus nurut sama mau saya,” jelas Suhendri mensitir perkataan oknum dosen tersebut kepada kliennya.

Beruntung, saat itu P berhasil keluar ruangan dengan cepat. Sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang berindikasi perbuatan pelecehan seksual.

Atas telah dilaporkannya kasus dugaan pelecehan seksual ini ke Polda Lampung, Suhendri berharap aparat berwenang menindaklanjutinya dengan cepat dan menegakkan hukum dengan seadil-adilnya.

“Kami tidak ingin peristiwa semacam ini kembali terjadi di kampus itu. Demi menyelamatkan para mahasiswi lain dari perilaku bejad oknum dosen tersebut,” tegas Suhendri. (sugi)