Mengupas Cara Pemkab Pesawaran Mengais Pendapatan (Bagian 4)

Pesawaran|KBNINews|Biaya bagi warga Kabupaten Pesawaran yang memerlukan pelayanan kesehatan, tidaklah murah. Itulah kenyataannya, jika menelisik dengan cermat apa yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Nomor: 5 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. 

Ini salah satu contohnya. Untuk sekadar mencabut kuku atau bahasa medisnya nail ekstraksi saja, dan ditangani tenaga medis di RSUD Pesawaran, biayanya Rp 120.000 per-tindakan. 

Dan bagi kaum perempuan, utamanya yang tengah mengandung, musti berhitung benar bila ingin mendapat pelayanan kesehatan di RSUD Pesawaran. Sebab –sekali lagi-, biayanya tidaklah murah. 

Misalnya, perlu pasang implant, harus siap dengan besaran biayanya, yaitu Rp 300.000, atau pasang Iud, ditarif Rp 250.000. Itu baru biaya pemasangan. Mencabutnya pun kena tarif lagi, masing-masing Rp 150.000. Namun, jika sekadar suntik KB, cukup Rp 25.000 saja untuk sekali tindakan.

Bila ternyata janin di dalam kandungan bermasalah dan perlu dilakukan pengangkatan bagian janin (embriotomy), siapkan biayanya Rp 600.000, pemasangan infus melalui tali pusar, kena biaya Rp 250.000. Ganti balutan yang sederhana sekali pun, diberi tarif sebesar Rp 50.000. Itu juga masih ada biaya tampon kebidanan Rp 150.000 untuk sekali tindakan.

Terkait pelayanan medis kandungan dan kebidanan ini, Pemkab Pesawaran melalui Perda Nomor: 5 Tahun 2023, mengatur 28 item pelayanan, dan tentu saja semuanya bertarif alias ada pungutan retribusinya.

Bagaimana bila anak dalam kandungan warga dilahirkan di RSUD Pesawaran? Ini ketentuannya: Perawatan bayi baru lahir, tarifnya Rp 100.000 per-hari. Perawatan dilakukan di IGD dikenai Rp 40.000 per-harinya. Jika perawatan bayi itu harus sampai ke incubator, biayanya Rp 150.000 per-hari.

Kalau memerlukan perawatan intensive bayi patologis (NICU), tarifnya Rp 240.000 per-hari, perawatan intensive bayi patologis (Perina) Rp 210.000 per-hari. Ketika sang bayi musti fototherapy NICU, harus keluar uang lagi, yaitu Rp 125.000 per-hari, dan fototherapy Perina dikenai Rp 100.000 per-harinya. 

Biaya perawatan bayi CPAP cukup mahal, mencapai Rp 1.500.000 per-hari, bahkan jika harus perawatan ventilator, dikenai tarif Rp 2.500.000 per-hari. Belum lagi ada biaya pemasangan infus Rp 110.000, atau pemasangan intubasi (ETT) Rp 550.000. Dan ingat, melepas infusnya tidak gratis. Karena ada juga tarifnya, yaitu Rp 15.000 per-tindakan. 

Untuk pemasangan dauwer kateter Rp 65.000, jika pemasangan dauwer kateter dengan penyulit, biayanya hampir dua kali lipat, yaitu Rp 120.000 per-tindakan. Perlu sampel darah misalnya, untuk pengambilannya ditarif Rp 30.000, perlu observasi TTV per-harinya dikenai biaya Rp 150.000. 

Sang bayi harus dilakukan pembilasan lambung misalnya, telah ditentukan pula tarifnya, yaitu Rp 125.000. Pemasangan transfusi dikenai biaya Rp 140.000, dan pasang NGT/OGT juga Rp 140.000. 

Dalam hal air susu ibu “bermasalah” dan perlu pemberian susu melalui NGT (Perina), ada harga yang harus dibayar, yaitu sebesar Rp 300.000 per-hari. Resusitasi bayi patologis, biayanya Rp 670.000, sama biayanya jika menerima pelayanan medis berupa resusitasi bayi dengan SC.

Imunisasi dan pemberian vaksin pun dikenai retribusi. Imunisasi BCG Rp 15.000, imunisasi hepatitis O Rp 20.000, vaksin HbSag Rp 55.000, dan imunisasi hepatitis B+DIT+HIB Rp 30.000. Periksa GDS biayanya Rp 25.000, dan injeksi IM/SC/IV per-tindakannya ditarif Rp 50.000.

Sang bayi membutuhkan bantuan oksigen, penggunaannya ditarif Rp 60.000 setiap tindakan, dengan biaya pemasangan oksigen Perina Rp 42.500, dan pemasangan oksigen NICU Rp 57.500.

Untuk diketahui, dalam urusan pelayanan kesehatan berupa tindakan medis pada bayi dan anak yang masuk dalam kriteria retribusi jasa umum ini, Pemkab Pesawaran melalui Perda Nomor: 5 Tahun 2023 yang ditandatangani Bupati Dendi Ramadhona Kaligis, 29 Desember 2023 silam, telah menetapkan 71 item pelayanan medis kepada rakyatnya yang dilakukan RSUD Pesawaran sebagai lahan mengais pendapatan.

Termasuk warga Kabupaten Pesawaran yang mengalami persoalan pada jantungnya dan memerlukan tindakan medis, juga ada harga yang harus dibayar. Untuk memperoleh pelayanan medis berjenis cardio versi misalnya, ditarif Rp 66.000 sekali tindakan.

Untuk pelayanan medis ECHO Rp 240.000 per-tindakan, treadmill test pun dikenai tarif, yaitu Rp 210.000 per-tindakan. Bila perlu dilakukan keteterisasi jantung, harus keluar uang Rp 3.000.000 sekali tindakan. Dan jika melakukan pemasangan ring, setidaknya harus menyiapkan dana Rp 19.000.000 untuk satu kali tindakan.

Warga Pesawaran yang memerlukan pelayanan medis syaraf, RSUD setempat siap melakukannya. Tapi, pahami betul biayanya. Yaitu, injeksi titik syaraf, tarifnya Rp 55.000 per-tindakan. Test memori atau MMSE Rp 70.000, test perpirasi juga Rp 70.000.

Perlu funduskopi, tarifnya Rp 60.000 per-tindakan, lumbal fungsi Rp 200.000 per-tindakan, dental Rp 70.000, panoramik Rp 130.000, pemeriksaan ENMG Rp 250.000, dan injeksi intra artikuler Rp 200.000 per-tindakan. 

Warga Pesawaran yang hanya memerlukan konsultasi terkait urusan kesehatannya, juga ada tarifnya. Untuk konseling mengenai masalah gizi, biayanya Rp 30.000 per-kunjungan. Konsultasi laktasi dikenai Rp 50.000. Konseling HIV biayanya Rp 70.000, dan konseling napza biayanya juga Rp 70.000.

Bagaimana dengan visite dokter bagi warga yang menjalani rawat inap di RSUD Pesawaran? Tentu ada biayanya juga. Karena –sekarang ini- sekecil apapun urusan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pesawaran, telah diatur retribusinya. Di mana, bermasalahnya kesehatan warga telah menjadi bagian dari cara pemkab mengais pendapatan. Dan itu semua tercantum dalam “Omnibus Law” versi Pemkab Pesawaran yaitu Perda Nomor: 5 Tahun 2023. 

Lalu, berapa besaran biaya visite dokter di RSUD Pesawaran? Besok dilanjutkan uraiannya. (bersambung/sugi)