Polisi Datangi Kantor BKD Lampung, Buntut Aksi Penganiayaan

Provinsi Lampung|KBNINews|Aksi penganiayaan yang diduga dimotori Kabid Mutasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung, Denny Rolan, bersama sekitar 10 anak buahnya sesama alumni IPDN angkatan XXIX kepada enam juniornya dari angkatan XXX di kantor BKD Lampung, Selasa (8/8/2023) malam, dipastikan berbuntut panjang. Kami

Pasalnya, meski Inspektur Lampung, Fredy SM, mengaku baru mengetahui adanya kasus penganiayaan di kantor BKD, namun aparat Inafis Polresta Bandar Lampung, Rabu (9/8/2023) siang, telah mendatangi OPD pimpinan Meiry Harika Sari tersebut.

Menurut pemantauan, belasan aparat Polresta Bandar Lampung melakukan pemeriksaan lapangan.

Kasus penganiayaan sesama alumni IPDN di kantor BKD Lampung ini, tentu saja merusak citra ASN. Apalagi yang diduga sebagai pelaku utamanya menjabat kepala bidang. 

Berdasarkan data lapangan, kasus ini bermula ketika Denny Rolan beserta 10 alumni IPDN angkatan XXIX mengadakan pertemuan dengan junior mereka yang baru lulus dan secara resmi akan mulai magang di Pemprov Lampung, Senin pekan depan.

Terdapat enam alumni IPDN angkatan XXX yang tidak datang untuk mengikuti kegiatan kontingen. Maka, murkalah para seniornya.

Seakan merasa masih menjadi siswa di IPDN, aksi kekerasan pun dipertontonkan. Kabar yang beredar, Denny Rolan memerintahkan 10 anak buahnya yang merupakan alumni IPDN angkatan XXIX memberi pelajaran. 

Keenam alumni IPDN angkatan XXX yang baru akan magang itu pun menjadi sansak hidup layaknya cerita yang sering terjadi di Kampus Jatinangor. Mereka dipukuli, ditendangi, hingga diintimidasi. Klimaksnya, tiga dari enam orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Hingga Rabu (9/8/2023) siang, salah satunya yaitu Farhan, masih menjalani perawatan intensif di RSUAM Tanjungkarang.

Menurut tante Farhan, Dewi, keponakannya mengalami penganiayaan dan penyiksaan oleh seniornya di kantor BKD Lampung dengan cara dipukuli secara bergilir, juga ditendangi, dan tragisnya dengan posisi mata ditutup.

“Sampai saat ini, kondisi keponakan saya masih buruk. Akibat dadanya dihajar berkali-kali secara bergiliran, selain ditendang,” kata Dewi. 

Beberapa ASN di BKD Lampung yang bukan merupakan alumnus IPDN, mengaku sangat prihatin dan malu atas peristiwa ini. 

“Jujur, mayoritas pegawai di BKD memang alumni IPDN, tapi dengan kasus ini kami semua menjadi malu. Nggak nyangka, orang-orang yang terdidik dalam urusan pemerintahan ternyata perilakunya brutal dan tidak bisa menjaga nama baik saat berada di kantor,” kata seorang staf BKD Lampung yang meminta agar namanya tidak ditulis, Rabu (9/8/2023) siang.

Menurut dia, selama ini para ASN alumni IPDN di BKD memang terkesan arogan dan “menguasai”. 

“Apalagi pak kabid mutasi itu. Ngomongnya selalu soal aturan, tapi sebenernya yang dia lakukan justru sebaliknya. Syukurlah, dengan kejadian ini Tuhan kasih teguran keras sama pak kabid,” lanjut staf BKD ini.

Seorang staf lainnya meminta Gubernur Arinal Djunaidi mengambil tindakan tegas dengan memutasi jajaran pimpinan di BKD Lampung. Karena selama ini suasana kerja di OPD tersebut sangat tidak harmonis. 

Sampai berita ini diturunkan belum didapat konfirmasi dari Kabid Mutasi, Denny Rolan, yang disebut-sebut sebagai komandan pelaku penganiayaan. Karena saat didatangi ke BKD, beberapa staf menyatakan, ia tidak berada di kantor.

Pun Kepala BKD Lampung, Meiry Harika Sari. Informasinya, wanita yang baru beberapa minggu menjadi pimpinan tertinggi di OPD tersebut, tengah dinas luar. (sugi)